16. Otoritas di dalam Gereja

Bacalah Bagian Alkitab Ini
Matius 8:5-13; 1 Petrus 5:1-11.

Hafalkanlah Ayat Ini
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. 1 Tesalonika 5:12, 13.

Diskusikanlah Hal Ini
Bagaimana perasaan Anda mengenai otoritas dan kepatuhan? Apakah itu yang seharusnya Anda rasakan?

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Kunjungilah pejabat tertinggi di Balai Kota atau kepala polisi, tua-tua di desa, dan para pendeta untuk meyakinkan mereka mengenai doa-doa Anda. Tanyakanlah apa yang perlu didoakan di dalam hidup mereka. Anda mungkin akan terkejut dengan tanggapan mereka.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Buatlah daftar jabatan-jabatan penting di negara Anda dari kepala negara sampai kepada wakil-wakil daerah, supaya Anda dapat berdoa bagi mereka. Tuliskan dan beritahukanlah kepada mereka tentang doa Anda.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Keluaran 20:12.

 

Otoritas adalah salah satu kata yang paling sering disalahtafsirkan dan disalahgunakan di gereja saat ini, sehingga perasaan kita bisa melambung tinggi! Pendeta Rick Godwin mengajarkan bahwa ada tujuh jenis otoritas yang akan menyentuh hati kita:

Otoritas Allah yang berdaulat

Yang kepadanya kita tunduk tanpa pertanyaan. Yesaya 9:7; Efesus 1:22; Filipi 2:9-11.

Otoritas firman Allah

Yang sama bobotnya dengan Allah sendiri. Yohanes 17:17. Kita menemukan firman-Nya yang tak berubah di dalam kebenaran Alkitab. Yohanes 1:1, 14:6; 2 Tim. 3:16. Firman Allah tidak berubah, tetap untuk selamanya. Berita-berita ramalan mungkin benar namun tidak mungkin dibukukan seperti firman Allah yang tertulis.

Otoritas hati nurani

Hati nurani merupakan anugerah Allah bagi Anda, jadi dengarkanlah hati nurani Anda. Waspadailah kebudayaan, prasangka atau preferensi yang datang dalam istilah-istilah rohani mengenai sesuatu yang tidak secara khusus dicantumkan di dalam Alkitab, seperti genetika atau energi nuklir. Roma 2:12-16; Roma pasal 14.

Otoritas didelegasikan Allah kepada manusia

Sekarang untuk pertama kalinya otoritas Allah disalurkan melalui suara manusia. Efesus 4:11; Ibrani 13:7, 17.

Otoritas perjanjian hukum

Jika ya katakanlah ~ ya; dan jika tidak katakanlah ~ tidak. Kejadian 29:18-30.

Otoritas adat istiadat dan kebudayaan

Mereka mungkin tidak melakukan sesuatu dengan cara yang sama dengan Anda, tetapi berhati-hatilah jika Anda mencoba untuk membuat mereka melakukannya seperti cara Anda. Kejadian 29:26; 1 Korintus 11:16.

Otoritas fungsional

Otoritas karena kemampuan, sebagai contoh dalam kecelakaan lalu lintas seorang dokter dapat menolong si korban, montir memperbaiki mobil, polisi mengatur arus lalulintas, dan seorang penginjil besar yang berotoritas mungkin tidak dapat memberikan konseling karena ia tidak tahu secara praktis apa yang harus ia lakukan! Efesus 5:21.

1. Hubungan dari Surga ke dunia

Otoritas yang didelegasikan Allah membentang dari surga bahkan sampai kepada bayi-bayi. Di manapun otoritas Allah muncul, kerajaan setan mundur dan digantikan oleh aturan Allah yang tegas namun penuh kasih dalam kehidupan.

Pada mulanya Allah. Kej. 1:1; Mazmur 90:2; Yakobus 4:7; Ibrani 12:9.

Semua otoritas diberikan kepada Yesus. Mat. 28:18; Maz. 2:2; Ibrani 5:9; Yohanes 13:13.

Yesus mendelegasikan kepada murid-murid-Nya untuk melindungi, membimbing, memerintah, dan memberi makan kawanan domba-Nya (bukan domba-domba si murid). Efesus 4:11; Ibrani 13:17.

Kita juga diminta tunduk kepada:

  • Pemerintah. Roma 13:1-7; Titus 3:1.
  • Suami. Kolose 3:18; Efesus 5:24.
  • Orangtua. Efesus 6:1-4; Kolose 3:20.
  • Majikan. Kolose 3:22.
  • Orang percaya yang dewasa secara rohani. 1 Korintus 16:16.
  • Orang yang lebih tua. 1 Petrus 5:5.
  • Dan kepada satu sama lain. Efesus 5:21.

Menyimpang dari ketentuan surgawi ini berarti melangkah ke dalam ketidakmampuan dan pemisahan. Jadi waspadalah!

2. Bagaimana mengenali pemimpin yang salah?

Seorang pemimpin yang salah memperbudak, mengeksploitasi dan mengambil keuntungan dari Anda, meninggikan dirinya sendiri dan merendahkan yang lainnya. 2 Korintus 11:7-11, 20.

Seorang pemimpin yang takut akan Tuhan tidak meninggikan dirinya, namun meninggikan Anda, memberitakan Injil secara cuma-cuma, tidak menjadi beban kepada siapapun, melayani dan mengasihi Anda.

3. Otoritas berarti tanggung jawab

Dipercayakan otoritas Allah berarti melakukan sesuatu sebagaimana Dia mengerjakannya dengan tanggung jawab. Seorang pengkhotbah tamu yang tidak memiliki tanggung jawab atas suatu jemaat itu tidak memiliki otoritas yang otomatis dalam gereja itu. Seorang suami yang tidak bertanggung jawab terhadap isterinya, maka ia tidak memiliki otoritas atas isterinya itu. Kita juga tidak akan "mendapat otoritas atas sebuah kota bagi Kristus" jika kita tidak lebih dahulu bertanggung jawab untuk mengasihi kota itu.

4. Apakah artinya “tunduk” itu?

Alkitab memakai kata-kata yang berbeda seperti “hupotasso” yang merupakan istilah militer untuk masuk ke dalam garis komando, atau “hupeiko” yang artinya menarik diri, mengalah, tunduk; dan “hupakouo” yang artinya mendengarkan, memikirkan atau menaati. Satu kata khusus adalah “peitho” yang berarti diyakinkan atau memenangkan; digunakan di dalam Ibrani 13:7 dan Yakobus 3:3.

Contoh-contoh kepatuhan dalam Alkitab

  • Kristus tunduk kepada Allah dengan senang hati. Yohanes 6:38, 4:34, 5:30, 12:49.
  • Perwira yang berkuasa tunduk dengan rendah hati kepada Yesus. Matius 8:8.
  • Daud tunduk kepada Saul meskipun saat itu Saul marah. 1 Samuel 24:6.
  • Pemimpin-pemimpin gereja tunduk dan saling menghormati satu sama lain. Kisah 15:2-6:22.
  • Rasul Paulus tunduk kepada pemimpin-pemimpin gerejanya. Kis. 11:1-4, 18:22.

5. Mengapa begitu sulit untuk menghormati otoritas yang ada?

  1. Sifat ingin lepas dari otoritas sudah dimiliki setiap orang sejak kejatuhan di dalam dosa.
  2. Keinginan akan kekuasaan dan kendali juga dimiliki oleh setiap orang, walaupun dapat ditekan.
  3. Adanya pengalaman buruk akibat orangtua yang mendidik kita dengan terlalu keras.
  4. Ayah yang lemah telah membiarkan para ibu yang dominan memberi contoh yang buruk bagi kita.
  5. Ketidakhadiran ayah karena kematian atau perceraian, atau banyak “ayah” telah mengikis rasa hormat dan respek kita.
  6. Penyalahgunaan atau otoritas yang berlebihan di sekolah, di dalam militer atau bahkan di gereja membuat kita menghindari otoritas.

Jawaban atas penyalahgunaan bukanlah sikap seperti "Saya tidak perlu otoritas". Cara yang lebih baik adalah mencari seorang pria atau wanita yang diakui takut akan Allah dengan otoritas yang kepadanya Anda bisa percaya dan hormat. Seseorang yang akan mengasihi Anda, membangun kembali tembok yang runtuh dan mendapatkan kepercayaan diri Anda.

 

Rumah Doa untuk Segala Bangsa

Berdolah untuk Afghanistan

Operation World halaman 83. 23.000.000 orang, 41 suku. 99% Muslim, mungkin 1.000 orang Kristen, dihancurkan oleh perang dan penyerbuan.

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English French German Spanish Portuguese, Brazil