23. Persembahan Korban

Bacalah Bagian Alkitab Ini
2 Samuel 24:18-25

Hafalkanlah Ayat Ini
Ibrani 13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Diskusikanlah Hal Ini
Apakah wajar mengatakan bahwa jika persembahan kita tidak menggerakkan kita maka persembahan itu juga tidak akan menggerakkan Allah?

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Berikanlah sesuatu yang berharga untuk memperluas Kerajaan Allah

Tugas Tertulis untuk Diploma
Daftarkan sebanyak mungkin orang-orang dalam Alkitab yang memberikan persembahan korban.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Filipi 4:18

 

Dalam seksi pembahasan tentang perpuluhan, telah dijelaskan bahwa suatu aturan yang baik untuk memberikan perpuluhan adalah bahwa perpuluhan itu haruslah yang pertama dan terbaik dari apa yang kita terima. Telah dijelaskan pula bahwa persembahan merupakan tambahan kepada perpuluhan. Seksi ini akan menjelaskan lebih jauh tentang aturan yang baik tentang persembahan – katakanlah bahwa persembahan kita adalah korban. Telah dikatakan bahwa jika persembahan kita tidak mempunyai arti banyak bagi kita, maka itu juga mungkin tidak berarti banyak bagi Allah sebagaimana Alkitab sering sebutkan sebagai korban dan ketika itu diberikan, seringkali ditafsifkan dalam bentuk pemberian keuangan. Akan dijelaskan di sini bahwa Allah menghargai persembahan dalam bentuk keuangan dan apabila kita memberikan lebih banyak maka kita akan mendapatkan imbalan yang lebih banyak pula. Jumlah persembahan keuangan yang diberikan oleh orang percaya adalah terserah kepada mereka dan Alkitab tidak pernah menentukan jumlah yang pasti. Yang jelas hal itu merupakan hasil hubungan dan keyakinan dalam memberikan persembahan korban antara pemberi dengan Allah.

Contoh paling baik ketika seseorang memberikan persembahan kepada Allah adalah suatu korbah yang dipersembahkan oleh Yesus yaitu diriNya sendiri untuk menebus dosa-dosa dunia, yang tertulis dalam Efesus 5:1-2, 'Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.'

Yesus tahu apa artinya memberikan suatu persembahan yang mahal dan apa yang Dia minta untuk kita lakukan adalah seperti yang telah dilakukan olehNya sekalipun itu memberikan hidup kita sendiri. Kita telah melihat sebelumnya tentang janda miskin dalam Markus 12:41-44. Dengan jelas Alkitab berkata bahwa dia memberikan persembahan sebagai suatu korban yang merupakan satu-satunya atau hanya itu yang dia miliki yang dia masukkan ke dalam kantong persembahan. (Begitu juga selalu dengan persembahan korban kita, semuanya tercatat dan dilihat langsung oleh mata Anak Allah sendiri seberapa banyakpun yang anda persembahkan sebagai korban).

Raja Daud adalah salah seorang yang paling banyak memberi yang dicatat dalam Alkitab dan aturan yang menyebutkan bahwa persembahan kita haruslah merupakan korban adalah sesuatu yang telah ia tunjukkan dalam hidupnya. Dalam 2 Samuel 24, setelah melakukan kesalahan besar dengan melakukan sensus tentang angkatan perangnya, Daud membangkitkan murka Allah dan sebagai akibatnya ia memohon kemurahan Allah dan konsekuensinya adalah ia diperintahkan untuk membangun altar atau mezbah Tuhan di tanah milik Araunah.

Ia menolak untuk menerima tanah itu secara gratis dari Araunah dan dengan jelas mengatakan di ayat 24 "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya darimu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa."

Tidak diragukan lagi, salah satu dari Gereja favorit Rasul Paulus adalah Gereja Filipi dan suratnya kepada Jemaat di Filipi penuh dengan kasih, sukacita dan persekutuan dengan orang percaya di sana. Filipi pasal 4 adalah salah satu pasal terbesar dari Alkitab dan Paulus menunjukkan di sini bahwa Gereja Filipi adalah Gereja pemberi dan itulah satu-satunya Gereja pada waktu itu yang mengirimkan persembahan kepadanya untuk perjalanan misinya.

Kelihatannya Jemaat di Gereja Filipi membawa perpuluhan mereka ke dalam Gereja dan juga mengumpulkan persembahan secara teratur untuk Paulus dan sifat korban dari persembahan seperti ini dirujuk oleh Paulus dalam ayat 18 'Itu adalah persembahan yang harum, suatu korban yang disenangi, menyenangkan Allah'.

Suatu contoh lebih lanjut tentang pemberian seseorang yang dipandang sebagai korban adalah pemberian Maria berupa minyak wangi narwastu ketika mengurapi Yesus. Cerita ini dicatat dalam Yohanes 12:1-6. Di sini, Maria memberikan suatu hadiah kepada Anak Allah dan ayat 7 menunjukkan bahwa hadiah ini adalah sesuatu yang dia beli dari simpanan atau tabungannya yang telah dia lakukan sejak lama. Diceritakan, harga dari minyak wangi itu adalah 300 dinar.

Matius 20:2 menyebutkan bahwa satu dinar adalah upah atau gaji sehari, sehingga harga dari minyak wangi yang dipersembahkan oleh Maria itu adalah upah setahun yang telah disimpannya. Persembahan korban ini tidak hilang begitu saja, tetapi tercatat dan bahkan Yesus mengatakan bahwa setiap kali Injil diberitakan maka perbuatan dari Maria itu tetap diingat dan memang pemberian Maria itu dicatat dalam Alkitab dan sangat berharga di mata Anak Allah.

Prinsip persembahan korban yang sama mengilhami penulis Ibrani ketika ia berkata, 'Dan jangan lupa untuk melakukan kebaikan dan berbagi dengan yang lain, karena itulah korban yang menyenangkan Allah' (Ibrani 13:16). Catat bahwa isinya adalah juga tentang pemberian keuangan dan dari kata ‘korban’ yang digunakan, Alkitab hendak menegaskan bahwa hal itu menyenangkan Allah ketika persembahan korban dilakukan oleh umat-Nya. Barangkali, anda sering bertanya-tanya (atau bahkan takut) apakah Allah senang dengan kehidupan rohani anda dan jika anda melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dengan baik sesuai panggilan yang anda yakini, dalam bidang keuangan, yaitu dengan memberi perpuluhan dan memberi persembahan korban, maka Ibrani 13:16 memastikan bahwa Allah sangat senang dengan apa yang anda lakukan.

Barangkali contoh paling baik dari Alkitab tentang persembahan korban adalah Gereja di Makedonia (rujuk ke dalam 2 Kor 8:1-6) mereka mengumpulkan untuk kebaikan orang kudus di Yerusalem. Pemberian mereka sungguh luar biasa sebagaimana diungkapkan oleh Alkitab, oleh karena tiga fakta sehubungan dengan persembahan mereka

  1. Mereka memberi dengan SUKACITA! (ayat 2)
  2. Mereka memberi melebihi kemampuan mereka umtuk memberi  (ayat 3)
  3. Mereka segera mengumpulkan persembahan itu (ayat 4)

Sayangnya sangat sedikit contoh hari ini tentang cepatnya orang-orang atau kesegeraan orang untuk mengumpulkan dan memberikan persembahan untuk pekerjaan Allah, tetapi gereja Makedonia telah menunjukkannya, dan kesaksian mereka telah dicatat di dalam Alkitab untuk sepanjang masa. Pemberian persembahan korban jarang dikhotbahkan sekarang. Karena takut ditantang atau membuat kesal orang banyak Pendeta tidak berbicara tentang uang dan persembahan korban dan ini mempermalukan mereka karena banyak referensi dalam Alkitab sehubungan dengan persembahan dan keuangan yang terbuka untuk dibahas.

Memberi suatu jumlah yang besar sebagai korban adalah hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi orang percaya di Makedonia tidak hanya sanggup melakukannya, tetapi melakukannya dengan sukacita. Sudah pasti orang percaya seperti ini telah sampai pada suatu tingkat dari pemberian dan keyakinan mereka akan Allah mereka, dan banyak dari kita juga akan sampai pada level itu – karena setiap tempat yang telah ditentukan untuk mencapainya mensyaratkan tingkat iman tertentu.

Terakhir dalam kitab Maleakhi pasal 1 Tuhan mengeluarkan teguran atas korban yang tidak layak yang dipersembahkan kepadaNya dan dituliskan juga di ayat 14 ''Karena Aku adalah Raja Yang Agung’ kata Tuhan Allah Yang Mahakuasa’. 'Dan namaKu ditakuti di antara bangsa-bangsa''. Allah tertarik akan persembahan kita karena itu menunjukkan kasih kita, takut dan hormat kepada Dia. Sayangnya bagi banyak orang Kristen, pemberian mereka menunjukkan betapa sedikit hubungan mereka dan betapa jarang mereka berjalan dengan Allah. Jadi, apakah persembahan anda memberi hormat kepada Bapa anda di surga?

Apakah anda memberikan persembahan sebagai korban? Apakah persembahan anda menunjukkan hubungan anda yang mesra dan akrab dengan Allah? Banyak orang dunia senang membayar lebih supaya mendapatkan keistimewaan atas apa yang mereka beli – sebagaimana kelebihan yang dimiliki oleh nilai-nilai keuangan di mata dunia, kelebihan dan kemuliaan dan kekuasaan Allah haruslah melebihi nilai uang yang kita persembahkan dan persembahan itu meninggikanNya.

Jadi sebagai kesimpulan atas pertanyaan berapa banyak seharusnya kita memberi, ada beberapa hal yang dapat kita katakan. Dalam Perjanjian lama, dengan pengenalan akan hukum, umat Allah dipanggil untuk memberikan perpuluhan dan secara alkitabiah ini diterapkan untuk seluruh sumber penghasilan dan kenaikannya, termasuk untuk barang kebutuhan hidup, buah, minyak dan anggur baru.

Sementara Alkitab tidak begitu jelas dalam masalah ini, maka dipandang bahwa prinsip-prinsip perpuluhan masih merupakan ketentuan bagi orang-orang percaya Perjanjian Baru, dan sama seperti perpuluhan, Perjanjian Baru berbicara tentang pemberian persembahan keuangan dengan cara yang sama (Dengan cara dan ketentuan yang sama dengan Perjanjian Lama yang berbicara tentang persembahan yang melebihi dan di atas perpuluhan).
 

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Cili
15,211,294 populasi, Mayoritas Katolik . Katolik menurun tetapi injili menghadapi perpecahan, permusuhan dan berjuang untuk diri sendiri.
© www.operationworld.org

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English Spanish