34.Manfaat-Manfaat Sorgawi dari Memberi

Bacalah Bagian Alkitab Ini
Lukas 16:1-9

Hafalkanlah Ayat Ini
2 Korintus 4:18 'Jadi kita mengarahkan pandangan kita bukan pada apa yang kelihatan, tetapi kepada apa yang tidak kelihatan. Karena yang kelihatan itu hanya sementara, tetapi yang tidak kelihatan itu kekal'

Diskusikanlah Hal Ini
Apa yang anda pikirkan tentang apa yang akan dibicarakan oleh Yesus ketika Dia berbicara bahwa telah disediakan bagi kita tempat tinggal yang kekal.

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Tuliskan suatu daftar tentang semua orang yang pernah anda pengaruhi untuk Injil melalui pemberian anda.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Tuliskan satu halaman bagaimana kita dapat menjamin sebagai orang terbesar yang disambut di surga sebisa mungkin.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Daniel 12:3

 

Kita telah melihat sebelumnya bahwa banyak manfaat yang dapat kita alami selama hidup kita di bumi apabila kita menjadi seorang pemberi. Namun daftar manfaat di bumi itu tidak memberikan fambaran yang lengkap tentang manfaat dari memberi, karena masih ada manfaat surgawi yang tersedia. Alkitab terus-menerus mengingatkan kita sebagai orang Kristen supaya tidak hanya mempertimbangkan manfaat yang ada di bumi, tetapi juga tujuan terakhir kita di surga.

Sebagai contoh, Salomo berkata dalam Pengkhotbah 3:11 'Dia juga telah menetapkan kekekalan dalam hati manusia'  Paulus berkata dalam 2 Korintus 4:18, 'Kita mengarahkan pandangan kita bukan pada yanbg kelihatan tetapi kepada yang tidak kelihatan', dan Filipi 3:20 berkata, 'Tetapi kewarganegaraan kita adalah dalam surga'. Karena kita akan menggunakan banyak waktu dalam surga, maka di bumi kita akan melakukan dengan baik segala sesuatu dengan memusatkan diri kepada hal-hal surgawi, seperti juga dengan manfaat di bumi dari memberi.

Barangkali kesalahanpahaman terbesar tentang surga adalah bahwa setiap orang akan memiliki kedudukan atau posisi atau peringkat yang sama dan mengalami tingkatan berkat yang sama. Tetapi Alkitab menggambarkan suatu gambaran yang jauh berbeda.

Aspek pertama tentang hari penghakiman adalah bahwa Tuhan Yesus sendiri yang akan melakukan penghakiman. Yohanes 5:22 berkata, 'Lagipula, Bapa tidak menghakimi siapapun, tetapi telah mempercayakan semua penghakiman kepada Anak, supaya semua menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.' 

Aspek kedua adalah bahwa Yesus mengumumkan Dia akan memberikan upah kepada setiap individu atas cara hidup mereka selama di bumi. Sebagai contoh, dalam Wahyu 22:12 Dia berkata, 'Aku akan memberi kepada setiap orang sebanding dengan apa yang dia telah lakukan.'

Lagipula, Dia menegaskan ini dalam Matius 16:27 ketika Dia berkata, 'Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa dengan para malaikatNya, dan Dia kemudian akan memberikan upah kepada setiap orang sehubungan dengan apa yang telah dikerjakannya.'

Rasul Paulus juga telah menegaskan tentang pengajaran Yesus sehubungan dengan upah surgawi sebagaimana tertulis dalam 2 nats di bawah ini. Catat bagaimana dia berbicara tentang fakta bahwa kursi penghakiman adalah milik Kristus, dan bagaimana kedua nats Alkitab ini berbicara tentang upah surgawi.
1 Korintus 3:12 'Jika setiap orang membangun di atas pondasi ini dengan menggunakan emas, perak, batu berharga, kayu, jerami atau rumput, pekerjaannya akan memperlihatkan untuk apa itu, karena pada Hari itu akan membawa itu semua kepada terang. Itu akan diuji dan diungkapkan dengan api, dan api itu akan menguji kualitas dari setiap pekerjaan manusia. Apabila apa yang telah dia bangun itu bertahan, dia akan menerima imbalan'.

2 Korintus 5:10 'Karena kita semua harus dihadapkan di depan kursi penghakiman Kristus, bahwa setiap orang dapat menerima apa yang menjadi haknya atas segala sesuatu yang dia kerjakan selama masih dalam tubuh, apakah baik atau jahat'.

Dalam perumpamaan tentang Mina dalam Lukas 19:11-27 Yesus memperluas gagasan tentang imbalan surgawi dan membuat pernyataan bahwa salah satu alasan untuk imbalan surgawi adalah pemberian keuangan kita. Sebagai contoh, kepada dua orang hamba yang setia yang telah mengurus uang majikannya dengan bijaksana, mereka diberikan imbalan dan diperintahkan untuk berkuasa atas kota-kota.

Ini adalah rujukan kepada kekuasaan kekal dalam Kerajaan Allah di mana mereka yang telah melayani dengan setia di bumi akan menempati posisi kepemimpinan dan diutamakan lebih dahulu. (Gagasan tentang imbalan surgawi ini didasarkan dalam bagian kita mengurus keuangan juga diperluas dalam Perumpamaan tentang Talenta dalam Matius 25:14-30 di mana pelayan yang mengurus uang dengan setia dikatakan, 'Aku akan mengangkat engkau sebagai penguasa atas banyak hal' (ayat 23)).

Bidang kedua bahwa imbalan surgawi didasarkan kepada bidang memenangkan jiwa sebelumnya ke dalam Kerajaan Allah – semakin banyak kita menggunakan waktu kita, doa-doa dan uang supaya melihat orang diselamatkan dari neraka, maka semakin besar imbalan yang akan kita terima. Dasar Perjanjian Lama untuk ini dapat ditemukan dalam Daniel 12:3, Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Jadi, semakin banyak kita memberi ke dalam Kerajaan Allah dan semakin bijaksana kita memberikannya, maka semakin besar imbalan surgawi yang akan diberikan kepada kita, demikian juga dengan pemberian atau perbuatan kita untuk melihat kumpulan orang yang semakin banyak diselamatkan.

Sebagai contoh, secara teratur barangkali anda melihat misionaris bekerja dan menginjili di suatu negara di mana Injil belum masuk dan sebagai hasil kerja mereka, pekerja misionaris yang anda dukung dari segi keuangan melihat banyak jiwa dituai. Berdasarkan fakta bahwa para pekerja misionaris itu tidak akan sampai di tempat penginjilan di negeri itu tanpa dukungan keuangan yang telah anda berikan, berarti anda telah membantu untuk membawa jiwa-jiwa diselamatkan dan anda memiliki saham dan menerima bagian dari imbalan dari tuaian yang anda lihat itu.

TETAPI, jika anda memberi kepada Gereja yang tidak mengutus misionaris dan sedikit sekali orang yang diselamatkan setiap minggu, maka anda juga akan menerima sedikit imbalan surgawi pada hari penghakiman karena anda telah menginvestasikan uang anda dalam organisasi yang tidak menghasilkan buah, seperti perusahaan yang terus-menerus merugi atau paling banter break even point, maka tidak ada dividen atau keuntungan yang akan anda terima.

Konsekuensinya adalah sangat penting dan menentukan supaya anda menginvestasikan uang anda dengan sangat bijaksana karena uang yang anda berikan itu akan ditukarkan dengan jiwa-jiwa dan anda tidak memberikan ke mana-mana atau tidak mempunyai kontribusi apa-apa apabila anda melihat hanya sedikit buah di tempat ke mana uang anda telah anda investasikan.

Yesus berbicara tentang kebutuhan menggunakan uang kita dengan bijaksana untuk melihat orang lain diselamatkan dalam Lukas 16:9 ketika Dia berkata, Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Ketika anda memasuki surga, semua orang yang telah anda bantu untuk mendapatkan keselamatan melalui uang anda, akan memberikan ucapan selamat yang hangat dan berterima kasih kepada kesetiaan anda dalam memberi karena dengan pemberian anda itulah maka Injil telah sampai kepada mereka.

Betapa kegembiraaan pada hari itu, karena anda telah menginvestasikan uang anda dalam kehidupan untuk misionaris ke luar negeri – anda akan mempunyai teman orang putih, orang hitam, orang coklat, orang kuning sawo matang dan semua ujung bumi, menyambut dan memberi salam kepada anda dan memberkati anda atas dukungan keuangan yang telah anda berikan kepada misionaris yang membawa Firman Allah kepada mereka.

Gagasan tentang diri kita yang akan disambut di dalam surga lebih jauh dikutip dari 2 Petrus 1:11 di mana Petrus berkata, 'Dan kamu akan menerima ucapan selamat datang yang banyak dan melimpah ke dalam kerajaan kekal Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus'. Apa yang terjadi jika anda meninggal malam ini, jenis ucapan selamat datang yang bagaimana yang akan anda terima ketika masuk ke dalam surga? Akankah di sana banyak orang dari banyak benua menyambut anda dan berterima kasih kepada anda karena dukungan keuangan anda kepada misi luar negeri atau akan sedikit atau malah tidak ada tangan yang akan menyambut anda ketika tiba di rumah?

Singkat sekali waktu kita di bumi ini dan kita harus menggunakan waktu dan uang kita untuk membuat atau menambahkan teman-teman bagi kita sendiri untuk kekekalan. Anda dapat menginvetasikan uang anda ke dalam misi luar negeri dan membuat banyak teman untuk diri anda sendiri, barangkali anda tidak akan pernah sempat bertemu dalam kehidupan di dunia ini, tetapi pada hari penghakiman anda pada akhirnya akan bergabung bersama mereka, dengan saudara dan saudarimu.

Terakhir, anda akan menghabiskan waktu yang tidak terbatas lebih banyak di surga daripada di bumi sesuai dengan pandangan ini, maka kita mencari posisi yang paling tinggi dan tingkat yang paling atas yang dapat kita jangkau dalam surga – mungkin, bahkan untuk itu kita harus mengorbankan kesenangan di bumi.

Sayangnya, orang Kristen membelanjakan uang mereka demi meningkatkan status dan kesenangan mereka dalam kehidupan ini tanpa memikirkan kehidupan yang akan datang – malah waktu yang singkat ini terasa cukup bagi mereka untuk dinikmati! Orang Kristen yang bijaksana akan menggunakan uang mereka untuk meningkatkan tingkatan mereka dalam surga dan memperoleh sebanyak mungkin harta surgawi – itulah investasi terbaik di jagat raya ini. Nats Alkitab di bawah ini berbicara tentang hal ini dan menunjukkan bahwa apabila kita memberi, kita sedang membangun pondasi kepada diri kita sendiri dalam surga.

1 Timotius 6:18-19 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Mesir

68,469,695 populasi, 86% Muslim – 13% Kristen. Suara Ekstrimis Islam berkoar dan mengancam Gereja-gereja.

© www.operationworld.org

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English Spanish