44. Ketamakan Membawa Penghakiman Allah

Bacalah Bagian Alkitab Ini
Kisah Para Rasul 5:1-11

Hafalkanlah Ayat Ini
1 Samuel 15:26

Diskusikanlah Hal Ini
Apa yang akan terjadi  jika Allah menghakimi semua orang rakus di Gereja sekarang dengan cara yang sama Dia lakukan terhadap Ananias dan Sapphira.

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Dalam doa, mintalah kepada Allah untuk menunjukkan kepada kamu ketamakan dan kerakusan yang masih ada dalam hidupmu.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Tuliskan dalam satu halaman mengapa beberapa dari penghakiman Allah yang paling keras adalah melawan ketamakan atau kerakusan.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Yosua 7:15

 
Setelah melihat di seksi sebelumnya peringatan-peringatan terhadap ketamakan dan kerakusan, maka seksi ini akan melihat secara khusus contoh-contoh alkitabiah tentang orang-orang yang rakus dan tamak serta akibat dari kerakusan dan ketamakannya tersebut. Ingatlah Kolose 3:5 mengumumkan bahwa murka akan datang dan alkitab membuktikan beberapa contoh dimana murka Allah telah terjadi atas individu tertentu. Sama seperti sifat kedermawanan menarik berkat-berkat Allah, kerakusan dan ketamakan juga menarik penghakiman Allah dan orang-orang berikut ini menjadi contoh yang nyata.

Orang rakus pertama kita akan lihat pada diri Raja Saul di 1 Samuel pasal 15 . kita melihat bagaimana Raja Saul menerima perintah dari Allah melalui Nabi Samuel untuk menyerang dan menghabisi orang Amalek, menghancurkan semua orang dan ternak mereka. Saul dengan gemilah memenangkan pertempuran, tetapi sifat tamaknya mengambil alih control dan bukannya menghanguskan semua ternak itu, tetapi dia mengambil ternak-ternak yang paling baik untuk dirinya sendiri.

Allah memperhatikan ketamakan Saul dan Nabi Samuel diperintahkan oleh Allah untuk menantang Saul tentang ketamakan dan ketidaktaatannya. Ketidaktaatan Saul lebih buruk daripada dosanya pertama yang berbohong dan mengklaim bahwa dia melaksanakan perintah Allah (ayat 13) dan walaupun itu lebih buruk tetapi dia masih mempergunakan suatu alasan “rohani” untuk membenarkan tindakannya dengan alasan mempersembahkan korban bakaran binatang kepada Allah.  

Kebenaran dari permasalahan itu adalah bahwa walaupun Saul mengklaim bahwa yang dilakukannya adalah untuk tujuan “rohani”, bahwa dia menyimpan ternak yang terbaik jelas menunjukkan dia tamak dan ini ditunjukkan dalam ayat 24. sebagai akibat dari pemberontakan ini dan kerakusannya, maka penghakiman datang kepadanya dan dia ditolak selamanya menjadi Raja atas Israel. 1 Samuel 15:35 berkata 'Dan Allah menyesal telah membuat Saul menjadi Raja atas Israel'. 

Bukanlah hal yang mengejutkan kalau orang yang belum diselamatkan itu rakus – itu juga hampir semua ditemukan tentang keburukan itu apabila orang Kristen tamak tetapi dengan berani berkata bahwa mereka adalah “rohani” sebagai perlindungan untuk ketamakan dan mementingkan diri mereka sendiri.

Para Pendeta membenarkan pengeluaran sejumlah uang untuk pembelian jendela dan pintu kaca impor yang mahal, yang mengklaim bahwa Gereja mereka harus merefleksikan kemuliaan Allah – karena secara nyata, mempunyai gelas kaca warna impor adalah lebih penting bagi sebagian orang dibandingkan membelikan dan memberikan makanan kepada orang lapar dan para yatim piatu.  

Gereja-gereja mengeluarkan jutaan rupiah untuk mengutus pemimpin mereka mengikuti konferensi internasional atau “kebaktian kebangunan rohani” supaya mereka mempunyai kesempatan penyegaran iman. Jelasnya, pengeluaran uang untuk Pendeta dapat sangat spektakuler atau jumlahnya luar biasa dan mendapatkan penyegaran pada “pengalaman kebangunan” yang terakhir adalah lebih penting daripada mengeluarkan uang untuk melihat para yatim piatu merasa segar dengan udara segar, makanan pokok dan dapat pakaian ganti. Bukankah sudah menjadi suatu kebiasaan bahwa tidak ada sejumlah firman rohani yang dapat membenarkan pengeluaran dari beberapa orang Kristen dan Gereja? 

Saul mencoba dan gagal, dan begitu juga kita pada saat hari penghakiman apabila Yesus memberikan ujian kelulusan terhadap masalah ini dan berakta, 'Apapun yang tidak kamu lakukan kepada yang paling kecil ini, kamu tidak melakukannya untuk Aku' (Matthew 25:45)  

Orang rakus berikut yang menderita akibat penghakiman dari Allah adalah Achan . cerita ini berhubungan dengan Yoshua pasal 7. anak-anak Israel dengan gemilang telah mengalahkan dan merebut Jericho, tetapi telah diperingatkan bahwa perak dan emas harus dipisahkan karena itu kudus untuk Allah dan harus dibawa ke rumah perbendaharaan Tuhan. Achan tidak patuh dan melanggar dengan diam-diam menyimpan beberapa batangan perak dan emas untuknya sendiri, tetapi catatlah akibatnya.

Ketamakan Saul secara supernatural diungkapkan kepada Samuel dan dengan cara yang sama, ketamakan Achan secara supernatural telah ditunjukkan kepada Yoshua – kerakusan akan selalu dihalau dengan keras dari umat Allah. Ketidaktaatan Achan mengakibatkan dia dilempari dengan batu dan mengubur dirinya sendiri, keluarganya dan semua barang kepunyaannya.  

Perlu dicatat lebih lanjut tentang dosa Achan atas keliaran ketamakannya mengakibatkan orang Israel tidak dilindungi dari serangan musuh-musuhnya, dan Tuhan menunjukkan kepada Yoshua bahwa hingga kerakusan itu diungkapkan dan disingkirkan maka mereka tidak akan pernah meraih kemenangan. Sayangnya, di Gereja sekarang ini ada banyak orang seperti Achan ini, paling tidak jalan pikirannya, yang menghalangi pekerjaan Allah dan memberikan tempat pijakan bagi musuh oleh atau dengan ketamakan dan mementingkan diri sendiri mereka. 

Apakah anda adalah seorang Achan modern sekarang ini atau seorang pemberi? Apakah Gereja anda diberkati atau terhalang secara keuangan? Gereja penuh dengan Achan akan dikalahkan oleh musuh kita setan, tetapi Gereja yang penuh dengan Yosua akan dapat terus mengambil dan menguasai tanah perjanjian yang telah disediakan oleh Allah.  
 

2 Raja-Raja 5:19-27 memberikan latar belakang orang rakus berikutnya, yaitu Gehazi. Setelah disembuhkan dari penyakit lepranya, Naaman disuruh pulang oleh Elisha, tetapi kerakusan Gehazi mengelabui Naaman dan menggunakan kebohongan dan trik untuk mendapatkan perak dan pakaian dari dia dengan tipuan. Sekali lagi ketamakan secara supernatural diungkapkan oleh Allah kepada orang benar (Elisha) sebagaimana Elisha mengumumkan bahwa rohnya bersama Gehazi ketika dia berbohong dan menipu (ayat 26). Sekali lagi ketamakan membawa penghakiman Allah dan Gehazi diserang oleh penyakit lepra. Jika penghakiman ini diterapkan pada zaman sekarang di antara umat Allah, maka banyak Gereja akan menjadi koloni lepra.  

Perjanjian Lama bahkan memberikan contoh tentang kerakusan ini menarik penghakiman Allah. Dalam 1 Samuel 25 kita baca tentang cerita Daud dan suami dan istri Nabal and Abigail. ayat 3 berkata bahwa Nabal, 'Sedang merayakan pesta panennya', dan ketika orang-orang Daud mengajukan permintaan untuk makanan, dia menolaknya. Sebagai akibatnya dari ketamakan ( dalam hal ini pelitnya) dan mementingkan diri sendiri, Daud mempersiapkan orang-orangnya untuk menyerang dia.

Tetapi, sang istri telah memahami betul tentang ketamakan suaminya dan dia memberikan kepada Daud dan mencegah terjadinya pertumbahan darah dan kehilangan nyawa karena Daud adalah manusia Allah, maka dia memberikan dari makan Nabal itu kepada Daud dan anak buahnya. Pada akhirnya Abigail bertemu dengan Nabal dan dia menjelaskan apa yang telah terjadi – cerita istrinya ini membuat jantunya berhenti dan dia membeku seperti batu (ayat 38) sekali lagi ketamakan dihakimi dan Nabal akhirnya mati dihantam oleh Allah (ayat 38).  

Satu contoh lagi diambil dari Perjanjian Baru adalah cerita menggenaskan tentang Ananias dan Sapphira yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 5:1-10. sebelum adanya perjanjian liarnya, geraja mula-mula berjalan dalam kemuliaan dan kuasa dan Kisah Para Rasul 2:45 & 4:34 menunjukkan bahwa Roh Kudus berkuasa di semua kegiatan Gereja.

Tetapi, memang sudah bagiannya, Setan menyerang model keuangan komunitas seperti ini melalui alatnya yang bernama kerakusan dan roh penahan. Kisah Para Rasul 5:3 menunjukkan bahwa hati Ananias' tidak sepenuhnya diisi dengan kasih akan Allah, sehingga Setan dapat mengisi kekosongan itu dengan ketamakan atau kerakusan atau keserakahan. Kedua suami istri ini, Ananias and Sapphira berbohong bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada Roh Kudus (ayat 3) dan keduanya akhirnya menderita penghakiman Allah dan mati mendadak.

Catat bahwa sekali lagi bahwa metode yang dipergunakan oleh Allah untuk menyingkirkan keserakahan atau ketamakan adalah dengan mengungkapkannya kepada manusia Allah (disini adalah Rasul Petrus) dan manusia Allah memimpin dan memanggil turun penghakiman dari Allah melawan kedua suami istri ini, Ananias and Sapphira.  

Cerita Alkitab yang diungkapkan dalam pasal ini meliputi beberapa penghakiman Allah yang sungguh-sungguh dan menyedihkan, juga ditemukan dalam keseluruhan naskah Alkitab – itu mendorong dan mendesak setiap orang yang membaca cerita ini bahwa mereka harus menyingkirkan kerakusan dan ketamakan dari kehidupan mereka. Sudah pasti, dalam terang nats Alkitab yang dikutip di atas tentang guntur penghakiman Allah, mendorong kita supaya sangat berhati-hati supaya ketamakan dan keserakahan jangan menyelinap dalam kehidupan kita. Ikhtisa berikut ini adalah penghakiman Allah yang telah kita bahas di atas melawan berbagai macam bentuk ketamakan orang-orang, dan diharapkan ini semua benar-benar menjadi peringatan keras kepada setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus.  

1 Samuel Pasal15
Samuel – Saul ditolak sebagai Raja 

Yoshua 7 
Joshua – Achan dilempari dengan batu dan dikuburkan dengan batu 

2 Raja 5:19
Naaman – Gehazi diserang oleh lepra 

1 Samuel 25 
Abigail – Nabal jantungnya diserang mendadak dan mati 

Kisah Para Rasul 5:1-10 
Petrus – Ananias & Sapphira diserang jatuh dan mati 
 

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Guinea

7,430,346 populasi, 4% Kristen, Islam dominan tetapi kesaksian Gereja meningkat kepada Muslims.

© www.operationworld.org

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English Spanish