59. Amanat Agung – Perintah Perjanjian Baru

Bacalah Bagian Alkitab Ini
Matius 28:19

Hafalkanlah Ayat Ini
‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk’.
Markus 16:15

Diskusikanlah Hal Ini
Referensi yang diberikan Yesus sehubungan dengan Amanat Agung dan pengaruhnya terhadap gereja.

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Berdoalah untuk sekelompok orang yang belum pernah mendengar Injil.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Daftarkan semua nats Alkitab di mana Yesus merujuk kepada Amanat Agung.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Kisah Para Rasul 1:8

 

Setelah menetapkan basis Perjanjian Lama untuk Amanat Agung dan nats yang relevan dilihat ke depan kepada pemenuhan Perjanjian Baru, seksi ini akan melihat di Perjanjian Baru tentang realisasi janji dari Perjanjian Lama. Yang terutama Amanat Agung telah dimulai dari pribadi Yesus ketika Dia memberitakan pertama-tama kepada orang Israel. Namun pengabaran Injil tidak dimaksudkan hanya untuk Israel dan orang Yahudi melainkan untuk seluruh dunia. Akhirnya, Yesuslah yang memberikan Amanat Agung kepada para muridNya, dan tidak hanya kepada mereka, tetapi kepada semua yang mengikuti Dia, Amanat Agung adalah rencana induk Allah akan apa yang harus dikerjakan oleh gerejaNya.

Dalam Matius 24:1-35 Yesus menanggapi pertanyaan tentang akhir zaman dan memberikan garis besar peristiwa traumatis yang akan terjadi sebelum Dia kembali. Di tengah penjelasanNya tentang akhir zaman, di ayat 14 Dia berkata bahwa sesuatu yang sangat pasti harus terjadi lebih dulu sebelum Dia kembali – dikatakan, bahwa keseluruhan dunia akan mendengar tentang Injil “Dan Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia sebagai kesaksian bagi seluruh bangsa, barulah tiba kesudahannya’.

Konsekuensinya, Yesus telah mengikatkan diriNya sendiri dengan firmanNya dan Dia tidak akan datang kembali ke bumi sebelum injilNya sampai kepada setiap kelompok etnis di dunia. Orang Kristen akan sering berkata bahwa, ‘Yesus akan kembali malam ini’ jelas ini tidak benar karena ada banyak kelompok orang di bumi yang hingga saat ini belum pernah mendengar nama Yesus dan tidak mempunyai satupun Alkitab. Sebelum mereka dijangkau oleh Injil, Yesus tidak akan kembali ke bumi.  

Di antara waktu kebangkitan dan kenaikanNya ke surga, Yesus mengeluarkan perintahNya yang terakhir kepada murid-muridNya. Firman ini dijelaskan dalam 3 dari 4 Injil dan ini dikenal sebagai AMANAT AGUNG. Sudah pasti, Yesus ingin memastikan bahwa perkataan terakhir yang Dia ucapkan sementara Dia berada bumi, kepada para murid yang akan segera Dia tinggalkan, adalah tentang pokok yang berada di hati-Nya. Dia mengeluarkan perintah yang tidak dapat dibatalkan, kekal, perintah kepada murid-muridNya, (dan semua pengikutNya yang akan datang kemudian), untuk menyampaikan Injil kepada mereka yang belum pernah mendengar namaNya – sebagaimana dituliskan dalam nats di bawah ini. Sementara para murid memandang Yesus terangkat ke dalam surga, itulah perkataan terakhir yang paling dikenang dalam hati setiap para murid.

Matius 28:19 ‘Pergilah dan jadikan semua bangsa muridKu’

Markus 16:15 ‘Pergilah ke seluruh dunia dan beritakan kabar baik kepada semua makhluk’

Lukas 24:47 ‘dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem’.

Ketika kita membuka Kisah para Rasul kita melihat bagaimana kesungguhan gereja di bumi mengambil dan menjalankan perintah ini dengan membawa injil ke seluruh dunia. Dalam Kisah Para Rasul 1:8 kita melihat bagaimana gereja mula-mula menantikan janji Roh Kudus untuk menjalankan Amanat Agung, dan kitab ini dengan jelas mengutip firman Yesus ketika Dia berkata, ‘Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Sekali lagi, kita dapat melihat dalam firman Yesus tekanan besar yang Dia berikan kepada para muridNya untuk membawakan Injil kepada seluruh bagian bumi. Roh Kudus telah diberikan untuk memampukan para pengikut Yesus untuk melengkapi Amanat Agung. Mereka yang berjalan dalam Roh Kudus (Galatia 5:25) akan menjadi orang yang terbeban dan mengabdi untuk Amanat Agung.

Begitu anda membaca keseluruhan Kisah Para Rasul anda akan menemukan bahwa pada awalnya para murid berkhotbah semuanya di Yerusalam. Dalam Kisah Para Rasul 5:28 para Rasul telah ditangkap dan disalahkan oleh Imam Besar, ‘Kamu telah memenuhi Yerusalem dengan pengajaranmu’. Namun ketika anda membaca keseluruhan Kisah Para Rasul para murid tidak tinggal di Yerusalem tetapi pergi mengabarkan Injil ke dunia yang mereka tahu. Sebagai contoh, ketika para murid pergi sampai ke Tesalonika, orang-orang Yahudi menentang mereka dengan barkata dalam Kisah para Rasul 17:6 

‘Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.'

Lebih jauh Kisah para Rasul 19:10 membuat pernyataan tegas bahwa keseluruhan provinsi di Asia telah mendengar Injil! Ini menunjukkan upaya penginjilan yang fantastis yang telah melebar dan meluas ke luar dari wilayahnya. Buku Kisah para Rasul dimulai dengan para murid di Yerusalem tetapi diakhiri dengan Paulus yang mengabarkan Iniil sampai ke Roma, dan Injil telah mulai dibawa menuju ujung-ujung bumi.

Dengan merujuk kepada Paulus yang telah menjangkau Roma dengan Injil, apa yang dapat kita katakan dari sudut pandang Amanat Agung? Surat yang ditulis oleh Paulus menunjukkan bagaimana Amanat Agung adalah kehausan dan kelaparan dia dan ambisi besarnya. Surat Roma adalah pedoman teologia Paulus dan dikutip berikut ini salah satu ayat yang paling menakjubkan dari keseluruhan Alkitab yang menunjukkan motivasi Paulus dan pemikirannya sehubungan dengan pengabaran Injil. Ambisi besar Paulus dalam hidupnya dan pelayanannya adalah bahwa dia dapat membawa Injil kepada mereka yang belum pernah mendengar nama Yesus.

(Catat bagaimana dia mendukung pernyataannya dengan teologinya dengan mengutip Yesaya 52:15 yang merupakan salah satu ayat Alkitab yang telah kita lihat sebelumnya sehubungan dengan janji Perjanjian lama tentang Amanat Agung). Setiap orang Kristen jelas memerlukan suatu mimpi, suatu rencana, ambisi yang menyala-nyala tentang kekristenan mereka seperti Paulus, orang hebat ini, bagaimana Allah memberikan kepada dia ambisi untuk membawa injil kepada siapapun yang belum pernah mendengarnya.

Roma 15:20-21 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, 21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

(Indikasi lebih jauh tentang keinginan Paulus membawa injil kepada mereka yang belum pernah mendengarnya dapat ditemukan dalam 2 Korintus 10:16 ‘…Sehingga kita dapat mengabarkan Injil di wilayah seberang’). Lebih jauh, penyebaran ke seluruh dunia dan aplikasi dari Injil dibicarakan oleh Paulus dalam Kolose 1:6 ketika dia berkata, ‘Di seluruh dunia injil ini menghasilkan buah dan bertumbuh’. Selanjutnya, ketika kita belajar buku hebat dari Roma kita dapat melihat lebih banyak lagi tentang ambisi besar Paulus dan perhatiannya atas Amanat Agung karena dia membuka dan menutup kitab Roma dengan rujukan kepada Amanat Agung. Nats dikutip di bawah ini menunjukkan kepercayaan Paulus dan keyakinannya akan penyebaran dan kemenangan Injil di seluruh dunia.

Roma 1:5 ‘Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

Roma 16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman

Terakhir, dalam kitab Wahyu, kita dapat melihat bagaimana pada akhirnya Amanat Agung akan diselesaikan dan satu hari kelak akan ada orang-orang di surga dari berbagai suku bangsa, sebab Injil telah diberitakan sampai ke ujung-ujung bumi. Yesus benar-benar akan menjadi Juruselamat seluruh dunia karena pengetahuan dan Injil tentang kasihNya dan keselamatan akan diberitakan ke seluruh dunia dan tidak ada kelompok orang yang tidak menghasilkan buah dari injil. Maka tidak ada lagi alasan bahwa ada kelompok orang yang terlalu sulit untuk dijangkau dan terlalu menentang Injil. Injil akan menang dan akan banyak orang yang bertobat dari seluruh belahan bumi.

Wahyu 5:9 ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa’

Wahyu 7:9 ‘Kemudian daripada itu aku melihat sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba’.

Ini akan mendorong kita dalam memberi, karena kita menginvestasikan uang kita di dalam rencana induk Allah dan kehendakNya untuk menjangkau dunia dengan Injil – jelas tidak ada tempat yang lebih baik untuk menginvestasikan uang kita. Kita tidak menginvestasikan uang kita ke dalam gereja yang lemah dan kacau, tetapi ke tempat di mana orang-orang akan diselamatkan dari Anti Kristus. Uang kita kita investasikan di dalam Kerajaan kekal Allah di seluruh dunia,  dan kita tahu bahwa suatu hari Allahlah yang akan memerintah dunia ini. Itulah mengapa memberi untuk menjangkau kelompok terakhir yang belum pernah mendengar Injil adalah sangat penting. Melalui pemberian kita kita memampukan diri kita menjamah orang-orang dari berbagai bahasa, suku dan lidah, yang akan pada satu hari berdiri di hadapan takhta Yesus Kristus. 

 

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Kuwait  

1,971,634 populasi, 87% Muslim. Banyak pekerja asing dapat dipakai Tuhan untuk mempengaruhi orang akan Injil. 

© www.operationworld.org

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English Spanish