Daftar Pelajaran

Home Page
Membuat berita

Pemberitaan Injil
Sekolah Penginjilan
Sekolah Misi
Literatur gratis

Kepemimpinan
Sekolah Pemuridan
Sekolah Kepemimpinan
Sekolah Pertumbuhan Gereja
Buka Sekolah Anda Sendiri

Pelayanan Praktis
Bank bagi Kaum Miskin
Bisnis untuk Misi
Pesta bagi Kaum Miskin
Toko bagi Kaum Miskin

Memenuhi Kebutuhan
Forum Uang
Penggalangan Dana

Kerjasama
The DCI Trust

 

CARI
Semua halaman DCI

Jalin Hubungan
Siapa kami?
Hubungi kami
Dukung kami




The DCI Trust

Pusat Dukungan Dunia

Menjawab panggilan
kepada yang terhilang, terbuang dan terabaikan,
terbuka bagi semua.

Halaman dalam
16 bahasa

 
Sekolah Ekonomi Kerajaan

29. Musuh-musuh

 



 

The DCI Logo
3,000 halaman gratis        

Bacalah Bagian Alkitab Ini

Keluaran 23:4

Hafalkanlah Ayat Ini

Amsal 25:21 Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.

Diskusikanlah Hal Ini

Bagaimana caranya dalam praktek kita bisa memberi kepada musuh-musuh kita?

Lakukanlah dalam Minggu Ini

Sebisa mungkin carilah seseorang yang memusuhi anda dan cobalah memberkati dia dengan sesuatu cara.

Tugas Tertulis untuk Diploma

Tuliskan satu halaman bagaimana memberi kepada musuh-musuh kita akan memperkuat pengabaran Injil kepada mereka.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata

Lukas 6:35

 


Inilah salah satu bidang yang juga juga perlu kita pertimbangkan yaitu memberi kepada sesuatu yang tampaknya merupakan pengecualian yaitu memberi kepada musuh dan orang-orang yang menentang kita, dan merupakan pesan dari Yesus. Sebagai orang Kristen sudah seharusnya kita tidak mempunyai musuh, tetapi akan selalu ada orang yang melawan kita sebagaimana mereka telah melawan Yesus.
 

Kelihatannya bahwa melalui pemberian dan kedermawanan kita, kita dapat mengubahkan musuh-musuh ini menjadi teman-teman dan memenangkan mereka bagi kita (dan bagi Yesus) dengan mengatasi keberatan dan perlawanan mereka dengan kasih Kristus dan kedermawanan.
 

Contoh Alkitab pertama tentang memberi kepada mereka yang memusuhi kita ditemukan dalam Kejadian pasal 26 yaitu kisah Isak. Isak adalah seorang yang berjalan dalam berkat Allah. Ayat 12 menunjukkan bahwa ia tidak hanya menabur dan menuai ratusan kali tetapi dia melakukan itu ketika ada kelaparan di tanah itu. Dalam ayat 19-21 Isak menghadapi perlawanan dari para pekerja Gerar dan dua kali ketika dia mencoba menggali sumur dan mengambil air, mereka menentang dan memusuhinya.
 

Tetapi ketika Abimelech yang adalah Raja atas wilayah Gerar datang untuk mengadakan perdamaian dengan Isak, dia tidak menjadi pahit dan ia tidak hanya menjamu mereka tetapi juga mengantarkan mereka pada pagi harinya. Selanjutnya ditunjukkan bahwa Isak terus ada dalam berkat-berkat kemakmuran yang diberikan oleh Allah untuk memberi dan memperbanyak kedermawanan kepada para musuhnya.
 

Ketika kita membaca dalam Kejadian kita menemukan orang lain yang berjalan dalam berkat Allah dan yang juga memberikan kepada mereka yang memusuhinya dan itulah Yusuf. Cerita tentang Yusuf adalah salah satu yang paling menyenangkan dalam Alkitab. 
 

Saudara Yusuf menjadi iri hati kepadanya dan menjualnya sebagai budak.  Yusuf bergerak dari seseorang yang menerima mimpi pribadi dari Allah menjadi seorang budak di negara lain. Yusuf memiliki cukup alasan untuk menjadi pahit atau sakit hati dan tidak mau mengampuni saudara-saudaranya, tetapi sebagaimana kita akan lihat, dia memilih untuk mengampuni dan bersikap murah hati kepada saudara-saudaranya yang berhati busuk itu.
 

Anda tidak bisa membuat orang baik terjatuh! Ketika orang itu diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa dia tidak akan pernah dibiarkan jatuh dan ia akan diberkati dalam segala keadaan yang tidak baik sekalipun, dan dengan campur tangan yang luar biasa serta mujizat dari Allah, Yusuf berubah dari penjara Mesir menjadi penguasa nomor dua atas seluruh Mesir. 
 

Terakhir ketika dia bertemu dengan saudara-saudaranya yang tidak mengenal dia lagi, dan ketika dia mempunyai kesempatan untuk membalas dendam, dia bahkan memanifestasikan Roh Kristus dan dalam Kejadian 45:1-11 kita melihat dia berjanji untuk memelihara mereka semua, dan dalam Kejadian 50:19-20 dia menegaskan kembali janjinya kepada saudara-saudaranya itu. Keduanya baik Isak maupun Yusuf adalah dua contoh dari Perjanjian Lama yang tidak hanya berjalan dalam berkat Allah tetapi memberi kepada mereka yang memusuhi dan berusaha mencelakakan mereka.
 

Dengan pengantar dari hukum perintah untuk melakukan kebaikan kepada musuh-musuh kita diberikan kepada umat Allah (lihat Keluaran 23:4) dan kebutuhan supaya memberi uang kepada musuh-musuh kita dicatat dalam Amsal 25:21-22 'Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.'
 

Catat bagaimana kutipan sebelumnya menunjukkan bahwa Allah akan MEMBERI UPAH kepada mereka yang memberi kepada musuh-musuhnya dan sebagaimana kita adalah pemberi kepada pekerjaan Allah, Alkitab berbicara bahwa kita akan menerima upah dari Allah bahkan bila kita memberi kepada musuh kita! Paulus belakangan menerapkan kutipan di atas tersebut dari Amsal di dalam Roma 12:20 untuk menunjukkan bahwa menjadi bagian kita bersaksi kepada orang yang belum diselamatkan dan bagaimana dengan melakukan kebaikan dan memberi kepada musuh kita kita dapat memenangkan mereka menjadi sahabat kita dan membuat mereka menjadi sahabat Yesus.
 

Lebih jauh di dalam Injil Lukas, Yesus sendiri mengajarkan kasih dan mempraktikkan pemberian kepada musuh-musuh kita. Dalam Lukas 6:27-36 kita melihat bahwa mereka yang benar-benar melepaskan kasih sejati dari Kristus kepada musuh-musuh mereka akan memberi pinjaman kepada mereka tanpa mengharapkan pembayaran kembali dan melakukan kebaikan bagi mereka. 
 

Kita bergerak ke dalam Lukas 10:30 dan perumpamaan tentang Orang Samaria Yang Baik hati. Yesus kembali berbicara tentang kasih yang seharusnya dilakukan oleh para pengikutNya kepada mereka yang menjadi musuhnya apakah pernah anda catat bahwa Orang Samaria Yang Baik hati tidak hanya membayar sebagai jaminan dua koin perak, tetapi juga mempersiapkan biaya perawatan lanjutan? - (ayat 35). Jelasnya memberi kepada musuh kita dapat menjadi senjata yang ampuh dalam penginjilan kita terhadap kelompok yang menentang karena Injil harus sampai ke ujung bumi.
Telah disebutkan pada awal seksi ini bahwa pemberikan kepada musuh-musuh kita akan lebih merupakan pengecualian dan bukannya sebagai norma, jadi bagaimana kita dapat mengaplikasikan pemberian ini?
 

Yang menjadi pusatnya adalah bahwa argumentasi yang mengatakan bahwa semua pemberian kita seharusnya adalah untuk misi dunia dan menyelamatkan manusia,dari neraka, dan kita tidak memberi kepada orang atau tempat yang tidak memberikan hasil yang mencukupi sebagai buah untuk Kerajaan Allah. Konsekuensinya, aplikasinya dapat berupa seorang misionaris yang melayani di tempat dengan orang-orang yang berbeda agama dan benar-benar menantang Injil, tetapi sebenarnya sangat membutuhkannya. 
 

Anda dapat memberikan dukungan keuangan anda kepada misionaris ini dan misionaris ini dapat memakai uang anda untuk membeli makanan dan obat-obatan jika di sana terjadi kelaparan dan penyakit atau kesulitan. 
 

Tindakan seperti ini dapat melunakkan dan mencairkan hati mereka yang pernah menentang pesan Injil dan dapat menjadi pintu yang terbuka bagi Injil, seperti banyak terjadi di Negara Afrika Utara dan Timur Tengah di mana terdapat banyak penentang fanatik terhadap Injil. Penggunaan uang untuk membawa bantuan dan makanan dan obat-obatan dapat menjadi faktor kunci untuk mendukung pengabaran Injil.
 

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Kuba
11,200,684 populasi, 46% Kristen 
Pertumbuhan Gereja telah menggantikan
40 tahun keberadaan Marxisme
www.operationworld.org