Pengalaman dari Ferrari

Ferrari599XXPenulis favorit saya adalah Henri Nouwen, dan saya memiliki sebagian besar dari buku-bukunya yang jujur dan tajam, yang bisa melunakan hati dan membentuk hidup saya. Bukunya, ‘Gracias’, mengisahkan bagaimana dia rela berkorban mengundurkan diri sebagai pengajar di Yale untuk pergi dan melayani orang miskin di Bolivia dan Peru. Yakin sepenuhnya, ia berangkat dengan tiket satu arah namun tidak dua belas bulan kemudian ia menulis, “Orang miskin di Amerika Latin tidak memanggil saya, dan komunitas Kristen di mana saya berasal tidak mengirim saya. Pengalaman saya tidak merupakan apa yang saya harapkan, dan seperti ungkapan teman-teman, saya bisa berbuat lebih banyak untuk Selatan kalau dari Utara.” Ia pun berangkat dengan penerbangan Pan Am berikutnya. Saya juga telah mendapati diri saya di tempat-tempat yang tidak biasa seperti itu, dan saya harus bertanya-tanya otak bagian mana – jika ada, yang telah saya gunakan untuk merencanakan perjalanan. Semangat yang membara, seperti Anda lihat, adalah aset yang baik, berkekuatan pendorong sama seperti kekuatan Ferrari, tapi seperti halnya dengan kepemilikan Ferrari, dapat menghanguskan Anda jika Anda tidak berhati-hati, dan Anda perlu tahu apa yang Anda lakukan. Pepatah kuno mengungkapkannya seperti ini, “Tanpa pengetahuan semangat (kerajinan) pun tak baik.”

Lainnya seperti ini di  The DCI Stories dan The DCI Minute.

Share Button

Juga tersedia dalam: English French German Spanish Portuguese, Brazil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.