39. Penghambat dan Pengurung Berkat

Bacalah Bagian Alkitab Ini
Amsal 11:24

Hafalkanlah Ayat Ini
Ibrani 6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Diskusikanlah Hal Ini
Ketika Yesus berbicara tentang dapat dipercaya dalam hal yang kecil, bagaimana hal ini diterapkan dalam hidup anda?

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Jika Allah telah menunjukkan kepada anda segala sesuatu yang menghalangi berkat-berkat dalam hidup anda, pastikan bahwa anda menyingkirkannya.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Tuliskan dalam satu halaman alasan-alasan mengapa kita dapat kehilangan uang yang seharusnya kita terima

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Galatia 6:9

 

Setelah membahas dalam seksi sebelumnya ada beberapa cara dan saluran yang dipergunakan oleh Allah untuk memberikan kemakmuran kepada kita, seksi ini akan membahas tentang hal-hal yang menghalangi dan menunda hal-hal yang baik dari Allah datang kepada kita. Seperti juga seksi berikutnya tidak mencakup semua saluran-saluran yang dapat dipakai Allah untuk memberikan kemakmuran kepada kita, maka seksi ini juga tidak akan mencakup semua hal yang memblokade atau menghalangi berkat untuk datang kepada kita.

Apakah bidang ini dapat diterapkan kepada setiap pembaca, hanya Roh Kudus yang dapat menjawabnya. Perlu dikatakan sejak awal bahwa Allah setiap saat menetapkan untuk memberkati dan memberi kemakmuran kepada kita. Jika kita tidak melihat ini terjadi dalam hidup kita maka ada masalah pada kita, dan bukannya pada Allah. Jika anda belum pernah mengalami kepenuhan kebaikan Allah dalam hidup anda, daripada mencoba untuk berdoa supaya diberkati oleh Allah (karena mengenai berkat ini Dia berkata bahwa Allah setiap saat memberkati kita), mengapa tidak berdoa dan bertanya kepada Allah supaya menunjukkan kepada anda apa yang menghambat berkat itu. 

Barangkali alasan yang paling besar mengapa orang dihambat untuk mendapatkan kepenuhan dari Allah dalam hidup mereka adalah karena mereka pada dasarnya tidak beriman dalam pemberian mereka. Mereka ingin menuai, tetapi mereka tidak pernah menaburkan benih, mereka menunggu kapal mereka datang tetapi tidak pernah mengutusnya di awal, mereka menunggu roti mereka muncul dalam air tetapi mereka tidak pernah melemparkan roti itu untuk pelemparan yang pertama! Telah dikatakan bahwa orang Kristen yang tidak memberi tidak berhak menggerutu atau menagih janji Allah tentang keuangan mereka.

Amsal 11:24 berkata 'Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Setiap orang percaya yang tidak pernah memberi dan konsekuensinya adalah memegang atau menyimpan uang Allah atau mengambil uang itu kembali dari mereka, tidak heran hidup mereka cenderung menjadi miskin. Mereka mengambil, meraup dan menahannya sendiri, maka apa yang mereka tahan akhirnya habis sedikit demi sedikit, atau habis tiba-tiba, maka akhirnya mereka menjadi orang miskin. 

Bidang berikutnya yang patut dipertimbangkan sehubungan dengan motif memberi adalah kasih. Apakah pemberian kita itu didasari oleh rasa kasih kepada Allah dan orang yang kita layani? Atau itu kita lakukan semata-mata karena suatu kewajiban? Sebagai contoh, dalam Lukas 11:42 Yesus mencela orang Farisi ketika Dia berkata, 'Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.'

Faktanya di dalam 1 Korintus 13:3, Paulus bahkan membuat pernyataan yang lebih keras tentang kebutuhan memberi dengan kasih Allah dalam hati kita ketika dia berkata, 'Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.' Apakah pemberian kita mekanis, sesuatu yang selalu kita lakukan setiap hari Minggu, ataukah itu ungkapan sebenarnya akan kasih kita kepada Allah dan kepada mereka yang di sekitar kita yang akan mendapatkan manfaat dari pemberian kita?

Alasan berikutnya mengapa seseorang tidak mengalami kepenuhan kemakmuran Allah adah karena dia gagal mengamati hukum tabur dan tuai. Sebagai contoh, Kejadian 8:22 berkata bahwa untuk menabur dan menuai ada waktunya, tetapi barangkali umat Allah mengabaikan itu bagi mereka. Sebagai contoh, bukankah suatu hal yang ganjil jika seorang petani menanamkan benihnya dan besok harinya mau memanen hasilnya? Sudah pasti ada waktu dan proses antara menabur dan menuai. Barangkali anda telah menabur kepada Allah dan belum menerima hasil panennya, pertahankanlah kepercayaan anda bukan hanya sudah menjadi hukum yang tetap bahwa tuaian akan tiba, namun bahkan mungkin tuaian telah tersedia di pojok, cuma anda belum melihatnya! 

Lebih lanjut Galatia 6:9 berkata 'Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.' Tiga hal dapat diuraikan lebih lanjut dari nats ini untuk menegaskan apa yang telah kita bahas sebelumnya.

Yang pertama, nats itu tidak berkata bahwa kita dapat atau mungkin menuai suatu panenan, nats Alkitab mengatakan suatu tuaian hanya jika anda telah memberi maka itu kembali diberikan kepada anda, hukum yang berlaku di sini dan beroperasi adalah hukum gravitasi.

Yang kedua, nats itu menyebutkan bahwa ada waktu kemakmuran – sekali lagi rujukan kepada musim menabur dan menuai, menanam dan memanen, membutuhkan penghargaan kita akan waktu, ada unsur waktu yang termasuk di dalamnya. (Ibrani 6:12 menunjukkan bahwa kita mewarisi janji-janji Allah melalui iman dan kesabaran dan Roma 8:25 berbicara tentang pemikiran yang sama juga).

Yang ketiga, nats itu menyatakan supaya tidak menyerah dan di sini dibutuhkan suatu ketabahan dan ketahanan dalam iman dan tetap memiliki harapan akan panen yang telah disediakan di hadapan kita. Mari kita sebutkan sekali lagi bahwa jika anda telah memberi dan belum menerima panen maka pertahankanlah kepercayaan anda dan tetaplah memberi, penen itu akan segera menghasilkan.

Zakaria 4:10 memberikan pembahasan lebih mendalam ke dalam apa yang disebut dengan penghambat kepenuhan kemakmuran dari Allah dalam hidup kita dan bahwa itu adalah bidang yang menganggap rendah hal-hal yang kecil yang dimulai pada suatu hari. Sebagai contoh, mungkin anda telah memberi dan melihat hanya sedikit atau sebagian panen atau tuaian yang anda peroleh, dan anda percaya Allah akan memberikan yang lebih banyak lagi. Tetapi pertanyaannya, bagaimana anda menanggapi yang sedikit ini? Bersyukur atau dengan sukacita atau apakah anda mengabaikan atau menganggap rendah hal kecil yang telah dimulai itu dan memprotes? Jika anda tidak berterima kasih dengan tuaian yang sedikit maka barangkali anda tidak akan bersyukur dengan panen besar. Kurang menaruh hormat terhadap Allah tidak akan melepaskan kepenuhan dari-Nya, bahkan 1 Tesalonika 5:18 berkata supaya kita memberikan ucapan terima kasih atau bersyukur dalam segala keadaan. 

Alasan lebih lanjut mengapa sebagian orang hanya merasakan atau menerima sebagian panen dan tidak lebih adalah cara mereka menangani atau mengurus uang mereka yang telah mereka terima sebelumnya. Sebagai contoh, bukannya menggunakan berkat itu dengan bijaksana ke dalam pekerjaan Allah dan membelanjakan itu dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka, tetapi hasil atau uang yang ada malah digunakan untuk memuaskan kesenangan pribadi dengan kesenangan dunia ini dan membeli harta benda yang sebenarnya tidak dia butuhkan.

Yesus memperingatkan dalam Lukas 16:10 'Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Barangkali umat Allah perlu memeriksa pola pengeluaran dan kebiasaan belanja mereka untuk mengetahui apakah mereka pantas dipercayakan dengan hal yang kecil yang telah mereka miliki dan kerjakan, yang pada gilirannya akan memimpin mereka kepada pemberian yang lebih banyak. Jika kita terlalu egois dan mementingkan diri kita sendiri dengan uang kita dan tidak mencari suatu cara yang sistematis untuk menginvestasikannya dalam Kerajaan Allah maka barangkali berkat-berkat dari Allah akan pergi kepada orang lain yang akan membelanjakan uangnya dengan bijaksana untuk menjangkau orang lain demi Injil. 

Alasan utama terakhir mengapa beberapa umat Allah tidak mengalami suatu tempat yang tinggi dalam kemakmuran adalah karena uang dan kemakmuran itu akan menghancurkan mereka secara rohani dalam anugerah yang mereka terima dan kemurahan Allah masih berusaha untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran ini. Amsal 10:22 berkata 'Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.' Bagi beberapa orang Kristen, kemakmuran dari Allah dipegang dan dipergunakan dengan motif yang salah, karakter yang buruk dan integritas yang lemah dan faktanya bahwa uang atau harta kekayaan itu akan memisahkan mereka atau paling tidak menjauhkan mereka dari Allah.

Yakobus juga berbicara tentang hal ini ketika dia berkata dalam Yakobus 4:3 'Apabila kamu meminta, kamu tidak menerima, karena kamu meminta dengan motivasi yang salah, karena kamu akan membelanjakan apa yang kamu dapatkan itu untuk kesenangan kamu', dalam cara pandang ini kita haruslah berhati-hati memeriksa keinginan dan motivasi kita untuk percaya akan kemakmuran dari Allah.  

Kita telah melihat sebelumnya bahwa apabila anak-anak Israel akan memasuki tanah perjanjian, mereka telah diperingatkan beberapa kali oleh Allah bahwa hal-hal yang baik dan kemakmuran yang akan mereka nikmati mempunyai potensi untuk menyebabkan mereka melupakan semua hal tentang Allah. 

Barangkali anda mencari berkat-berkat dari Allah jauh melebihi dari mencari Allah itu sendiri? Tidak diragukan lagi bahwa Allah mau memberkati anda, seharusnyalah kita tidak mencari Dia sebatas apa yang dapat Dia berikan dan memenuhi apa yang kita perlukan dari Dia. Sudah pasti, apabila kita dewasa, penuh iman dan stabil dalam hubungan kita dengan Allah kita akan menikmati kepenuhan berkat-berkatNya tetapi sementara itu, dalam kemurahan dan kasihNya, Dia menantikan untuk memberikan semua itu kepada kita sehingga pemberianNya itu tidak menghancurkan kita, tetapi membangun kita.  
 

Tutuplah dengan doa untuk kelompok orang yang belum terjangkau 

Berdoa bagi Fiji

816,905 populasi, mayoritas Kristen tetapi 33% Hindu. Suatu Gereja dangkal telah bertumbuh dan memimpin dalam kelompok orang miskin dan terbelakang.

© www.operationworld.org

Social Share Toolbar

Juga tersedia dalam: English Spanish